Minggu, 31 Mei 2009

Bencana Alam Akibat Perubahan Iklim

Peningkatan aktivitas gempa bumi berhubungan dengan pemanasan global

Dr. Tom Chalko, kepala geofisika di Peneliti Teknik Ilmu Pengetahuan Austria telah mencatat peningkatan aktivitas gempa bumi yang saat ini lebih besar lima kali daripada dua puluh tahun lalu. Dengan mengutip data NASA dimana es di Bumi saat ini menyerap lebih banyak energi panas dari Matahari daripada radiasi yang dibalikkan ke angkasa, Dr. Chalko menyatakan, “Ketidakseimbangan panas ini telah menciptakan panas di dalam perut bumi tidak dapat keluar sehingga perut bumi terlalu panas. Peningkatan aktivitas gerakan seismik, tektonik, dan vulkanik adalah akibat yang tak terabaikan dari panas yang terperangkap akibat ketidakseimbangan.” Dr. Chalko sedang mendesak komunitas ilmuwan internasional untuk membagikan info ini dengan publik dan berkata, “Konsekuensi dari kelambanan kita akan menjadi malapetaka. Tidak ada waktu untuk gerakan setenga-setengah.”
http://www.earthtimes.org/articles/show/earthquakes-became-five-times-more,437288.shtml

Badan AS Membenarkan Pola Cuaca yang Esktrim Akibat Perubahan Iklim

Menurut sebuah laporan dari Program Ilmu Pengetahuan Perubahan Iklim AS yang disusun oleh banyak badan pemerintah, pemanasan global akan menyebabkan kondisi cuaca menjadi semakin parah, dengan kekeringan dan banjir yang meningkat baik dalam tingkat keparahan maupun lamanya. Laporan itu juga meramalkan frekuensi terjadinya keesktriman ini menjadi semakin cepat, dan memberi peringatan bahwa tindakan pencegahan harus memperhitungkan kecenderungan perubahan iklim agar efektif melindungi masa depan.

Perubahan Iklim Menjadi Latar Belakang Bencana Alam Seperti Banjir di Midwest

Kerusakan karena badai dan banjir yang terjadi baru-baru ini di negara-negara bagian midwest di Wisconsin, Illinois, Indiana, dan Iowa dikaitkan dengan pemanasan global. Perry Beeman, wartawan pemenang penghargaan untuk The Des Moines Register di Iowa, mengatakan bahwa sebelum badai terjadi, ia dan rekan-rekannya telah mengembangkan serial perubahan iklim untuk diterbitkan di koran tersebut dan meramalkan dampak-dampak ini.

Zambia Menghadapi Perubahan Iklim

Dalam sebuah seminar di Lusaka, Wakil Menteri Pariwisata dan Sumber Daya Alam Zambia, Todd Chilembo berbicara tentang banjir di negaranya baru-baru ini merupakan contoh dari dampak pemanasan global dan berkata bahwa akan butuh waktu lama untuk pulih kembali. Bpk. Aeneas Chuma, wakil Zambia untuk Program Pembangunan PBB juga mengutip laporan
Panel Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim yang menegaskan bahwa 95% perubahan iklim disebabkan oleh aktivitas manusia. Wakil Menteri Chilembo menyatakan bahwa kementeriannya
ikut serta dalam Mekanisme Pembangunan Bersih (CDM), sebuah langkah yg berkaitan dengan Protokol Kyoto yang memungkinkan negara-negara maju menanamkan modal dalam proyek-proyek pengurangan emisi di Zambia.


Topan Nargis adalah Indikasi dari Perubahan Iklim

Menurut Pusat Ilmu Pengetahuan dan Lingkungan (CSE), Topan Nargis yang merusak Myanmar dan memakan korban sangat banyak ini sepertinya merupakan dampak dari dari perubahan iklim. Dengan mengutip laporan perubahan iklim PBB, Direktur CSE, Sunita Narain, berkata, “Nargis adalah satu tanda akan datangnya hal-hal lain. Di tahun 2007, Bangladesh dihancurkan oleh topan tropis Sidr. Korban dari topan ini adalah korban perubahan iklim.” Narain menyerukan negara-negara kaya agar lebih bergegas mengatasi emisi gas rumah kaca mereka untuk membantu mengurangi pengaruh hebat dari pola cuaca yang tidak stabil bagi negara-negara yang pertaniannya tergantung pada hujan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar